Kisah Nabi Nuh AS dan Misteri Kapal yang Menarik Peneliti
Ilustrasi Nabi Nuh AS
JAKARTA--(KIBLATRIAU.COM)-- Kisah Nabi Nuh AS diceritakan dalam sejumlah surah Al-Qur'an. Perjalanan dakwahnya kepada kaum yang menolak ajakannya menjadi salah satu kisah yang banyak disebutkan dalam Al-Qur'an.Selain kisah dakwahnya, Nabi Nuh AS juga dikenal dengan bahtera yang dibuatnya atas perintah Allah SWT. Bahtera tersebut hingga kini masih menarik perhatian dan menjadi objek penelitian untuk mencari jejak keberadaannya.Bagaimana kisah Nabi Nuh AS dan perjalanan dakwahnya kepada kaumnya? Bagaimana pula kisah bahtera yang dibuatnya?
Dalam kitab Qishashul Anbiya susunan Ibnu Katsir, silsilah Nabi Nuh AS disebutkan sebagai Nuh bin Lamik bin Mannusyalkh bin Khanukh atau Idris, kemudian Yard, Mahlayil, Qainan, Anusy, Syits, hingga Nabi Adam AS. Ibnu Katsir juga menukil keterangan dari Ibnu Jarir dan sejumlah ulama lainnya bahwa beliau lahir 126 tahun setelah wafatnya Nabi Adam AS.Pada masa Nabi Nuh AS, kaumnya mulai mengenal berbagai berhala. Awalnya, berhala-berhala tersebut dibuat untuk mengenang orang- orang saleh yang telah meninggal. Penjelasan ini dinukil dari Ibnu Abbas RA dalam riwayat Imam Al-Bukhari saat menafsirkan surah Nuh ayat 23.
وَقَالُوْا لَا تَذَرُنَّ اٰلِهَتَكُمْ وَلَا تَذَرُنَّ وَدًّا وَّلَا سُوَاعًا ەۙ وَّلَا يَغُوْثَ وَيَعُوْقَ وَنَسْرًاۚ
Artinya: Mereka berkata, 'Jangan sekali-kali kamu meninggalkan tuhan-tuhanmu dan jangan pula sekali-kali kamu meninggalkan Wadd, Suwa', Yaghuts, Ya'uq, dan Nasr.Ibnu Abbas RA menjelaskan bahwa Wadd, Suwa', Yaghuts, Ya'uq, dan Nasr merupakan nama orang-orang saleh dari kaum Nabi Nuh AS. Setelah mereka meninggal, setan membisikkan kepada kaum tersebut agar membuat patung di tempat orang-orang saleh itu biasa berkumpul.Patung-patung itu kemudian diberi nama sesuai dengan nama orang-orang saleh tersebut. Pada awalnya, patung itu belum dijadikan sesembahan. Namun, setelah generasi yang membuatnya meninggal dan ilmu mulai hilang, patung-patung tersebut akhirnya dipuja.
Nabi Nuh AS kemudian mengajak kaumnya kembali beribadah kepada Allah SWT. Namun, mereka tetap menolak dan mendustakannya.Setelah menghadapi penolakan tersebut, Nabi Nuh AS kemudian berdoa kepada Allah SWT setelah kaumnya terus mendustakan dakwahnya. Doa tersebut disebutkan dalam surah Al-Mu'minun ayat 26:قَالَ رَبِّ انْصُرْنِيْ بِمَا كَذَّبُوْنِ
Artinya: Dia (Nuh) berdoa, "Ya Tuhanku, tolonglah aku karena mereka telah mendustakanku.Allah SWT kemudian memberikan wahyu kepada Nabi Nuh AS untuk membuat bahtera di bawah pengawasan dan petunjuk-Nya. Perintah tersebut tercantum dalam surah Al-Mu'minun ayat 27:
فَاَوْحَيْنَآ اِلَيْهِ اَنِ اصْنَعِ الْفُلْكَ بِاَعْيُنِنَا وَوَحْيِنَا فَاِذَا جَاۤءَ اَمْرُنَا وَفَارَ التَّنُّوْرُۙ فَاسْلُكْ فِيْهَا مِنْ كُلٍّ زَوْجَيْنِ اثْنَيْنِ وَاَهْلَكَ اِلَّا مَنْ سَبَقَ عَلَيْهِ الْقَوْلُ مِنْهُمْۚ وَلَا تُخَاطِبْنِيْ فِى الَّذِيْنَ ظَلَمُوْاۚ اِنَّهُمْ مُّغْرَقُوْنَ
Artinya: Kami wahyukan kepadanya, "Buatlah kapal dengan pengawasan dan petunjuk Kami. Apabila perintah Kami telah datang dan tungku (dapur) telah memancarkan air, masukkanlah ke dalam (kapal) itu sepasang-sepasang dari setiap jenis (binatang), juga keluargamu, kecuali orang yang lebih dahulu ditetapkan (akan ditimpa siksaan) di antara mereka. Janganlah engkau bicarakan dengan-Ku tentang orang-orang yang zalim. Sesungguhnya mereka itu akan ditenggelamkan.Nabi Nuh AS mulai membuat bahtera sesuai petunjuk Allah SWT. Setelah bahtera selesai, tibalah ketetapan Allah SWT berupa azab yang akan menimpa kaumnya. Tanur pun memancarkan air sebagai tanda datangnya banjir.
Nabi Nuh AS kemudian diperintahkan membawa sepasang dari setiap jenis makhluk ke dalam bahtera, serta keluarganya dan orang-orang yang beriman.Nabi Nuh AS bersama orang-orang yang beriman di dalam bahtera akhirnya selamat dari banjir besar.
Allah SWT mengabadikan kisah tersebut dalam surah Ash-Shaffat ayat 75-76:وَلَقَدْ نَادٰىنَا نُوْحٌ فَلَنِعْمَ الْمُجِيْبُوْنَۖ وَنَجَّيْنٰهُ وَاَهْلَهٗ مِنَ الْكَرْبِ الْعَظِيْمِۖ
Artinya: Sungguh, Nuh benar-benar telah berdoa kepada Kami dan sungguh, Kamilah sebaik-baik yang memperkenankan doa. Kami telah menyelamatkan dia dan pengikutnya dari bencana yang besar.Allah SWT juga mengisahkan Nabi Nuh AS dan para
penumpang bahtera yang diselamatkan dalam surah Al-Ankabut ayat 15:فَاَنْجَيْنٰهُ وَاَصْحٰبَ السَّفِيْنَةِ وَجَعَلْنٰهَآ اٰيَةً لِّلْعٰلَمِيْنَ
Artinya: Maka, Kami selamatkan Nuh dan para penumpang bahtera serta Kami jadikannya sebagai pelajaran bagi alam semesta.Keberadaan Bahtera Nabi Nuh AS hingga kini masih menarik perhatian para peneliti. Sejumlah temuan dan catatan kuno juga menjadi bahan kajian dalam upaya menelusuri kisah bahtera tersebut.Salah satunya adalah Imago Mundi, tablet tanah liat Babilonia yang diperkirakan berasal dari abad ke-7 SM dan kini disimpan di British Museum.
Selain melalui artefak kuno, penelitian juga dilakukan di Formasi Durupinar, Turki bagian timur. Dilansir Geo News, penelitian terbaru menyatakan formasi tersebut merupakan konstruksi manusia. Meski disebut telah "100 persen terkonfirmasi", sisa kapal kayu belum ditemukan di lokasi tersebut.
Karena itu, Formasi Durupinar belum dapat dipastikan sebagai lokasi Bahtera Nabi Nuh AS.(Net/Hen)

Tulis Komentar